Gerakan #Kakak Aman Inisiasi dari Hana Maulida Penerima SATU Indonesia Awards

November 15, 2025

 Pernahkah kawan-kawan mendengar gerakan #kakakaman? Jika mendengar kata aman tentu terhubung dengan perlindungan. Salah satu bentuk cara melindungi, lalu apakah yang dilindungi? Ini gerakan menarik yang diinisiasi oleh Hana Maulida.



Menjaga Masa Depan Anak Lewat Edukasi

Beberapa dari para pembaca tentu ada yang pernah membaca, mendengar atau bisa saja jadi korban kekerasan seksual. Terkadang bahkan bisa dilakukan oleh orang-orang terdekat, tidak sedikit pula ada paman yang tega melakukan kekerasan seksual kepada keponakannya sendir? Adakah pula ayah yang tega melakukan kekerasan seksual kepada anaknya? Ya, kasus seperti itu ada di Indonesia.




"Kita semua sepakat kita sebel sama kasus-kasus itu. Tapi apa gitu selanjutnya? Kita ini bisa apa? Apakah hanya diam dan menyaksikan, sementara anak-anak Indonesia anak-anak kita di luar sana itu tumbuh berkembang setiap harinya tanpa ada yang memberitahu mereka, gimana caranya melindungi dirinya sendiri dari kekerasan seksual?”

Begitulah yang diucapkan oleh seorang Hana Maulida di panggung Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024 pada akhir Oktober kemarin. Hana Maulida adalah salah satu penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards dari PT Astra International Tbk. Dia menerima penghargaan tersebut untuk bidang Pendidikan.

Di tengah derasnya arus digital, modernisasi, dan tantangan sosial yang semakin kompleks, hadir sosok muda yang memilih untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan anak-anak Indonesia tetap tumbuh dengan aman, terlindungi, dan berdaya. Sosok itu adalah Kakak Aman, seorang pemuda inspiratif yang menjadi penerima SATU Indonesia Awards berkat dedikasinya dalam menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja melalui edukasi, kampanye, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Mengenal Visi Misi Gerakan #Kakakaman


Program Kakak Aman lahir dari keresahan sederhana: banyak anak dan remaja yang sebenarnya menghadapi masalah serius—kekerasan, perundungan, pelecehan, hingga tekanan mental—namun tidak tahu harus meminta bantuan ke mana. Lingkungan sekitar pun sering kali tidak peka atau menganggap isu tersebut sebagai hal yang sepele. Dari sinilah Kakak Aman mengambil langkah kecil namun berdampak besar, membangun sebuah gerakan edukasi dan perlindungan berbasis komunitas.

Salah satu kekuatan utama dari program ini adalah pendekatannya yang hangat dan bersahabat. Alih-alih menggunakan metode sosialisasi yang kaku, Kakak Aman memilih cara-cara yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja: permainan, diskusi terbuka, konten edukatif di media sosial, hingga kegiatan kampanye kreatif di sekolah-sekolah maupun ruang publik. Lewat pendekatan itu, anak-anak merasa didengarkan, dihargai, dan diberi ruang untuk bercerita tanpa takut dihakimi.

Dampaknya pun nyata. Banyak anak yang akhirnya berani melapor tentang kasus perundungan yang mereka alami. Tidak sedikit pula remaja yang mengaku lebih memahami batasan tubuh, keamanan emosional, serta cara melindungi diri dari kekerasan seksual. Orang tua dan guru yang terlibat dalam kegiatan Kakak Aman juga mengaku lebih siap dalam mendampingi anak di era digital, terutama dalam mengenali tanda-tanda kekerasan dan risiko online.

Penerima SATU Indonesia

Astra Awards atau lebih dikenal dengan SATU Indonesia Awards (SIA) adalah program penghargaan tahunan yang diadakan oleh PT Astra International Tbk sejak tahun 2010. Nama “SATU Indonesia” sendiri merupakan singkatan dari Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia, yang mencerminkan semangat Astra untuk memberi manfaat bagi bangsa melalui karya nyata anak muda Indonesia.

Tujuan utama penghargaan ini adalah untuk mencari, mengapresiasi, dan mendukung anak muda inspiratif di seluruh Indonesia yang memiliki kontribusi nyata dalam membangun masyarakat di sekitarnya. Biasanya, para penerima penghargaan adalah individu atau kelompok yang bekerja di bidang sosial dengan semangat sukarela, kreatif, dan berkelanjutan.

Hana Maulida merupakan inisiator untuk gerakan #kakakaman yang menjadi penerima penghargaan SATU Indonesia dari Astra bersama dua rekannya yaitu Nining Fatmawati dan Nining Fatimah pada Januari 2023.

Gerakan ini lahir dari rasa prihatin mereka terhadap kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan seksual yang semakin banyak. Mereka memulai gerakan Kakak Aman Indonesia dari sebuah sekolah dasar yakni SDN Buah Gede, Kota Serang, Banten, hingga akhirnya gerakan ini dikenal tidak hanya di Kota Serang tetapi juga di Kabupaten Serang dan Cilegon.

Dalam kegiatannya Kakak Aman Indonesia memberikan edukasi tentang seksualitas dan kekerasan seksual pada anak-anak melalui modul. Modul tersebut berisi informasi terkait edukasi seksualitas dan juga tentang kekerasan seksual yang dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Kegiatan Gerakan #Kakakaman


Hal yang dilakukan oleh gerakan #kakakaman sebenarnya sederhana, yaitu memberitahu setiap anak bahwa mereka harus BERANI melakukan 3 sikap ini ketika dihadapkan pada situasi “sulit” yang mengarah pada kekerasan seksual:

1. Bilang tidak (atau teriak)
2. Lari ke tempat yang aman
3. Melapor kepada orang yang dapat dipercaya

Sehingga ketika anak dihadapkan pada situasi “sulit”, anak tidak bingung dan tahu apa yang harus dia lakukan. Seperti telah disinggung di atas, materi tentang kekerasan seksual pada anak memang tema yang berat. Maka untuk menyampaikan materi seberat itu, perlu pendekatan yang ringan dan menyenangkan bagi anak. Kakak Aman punya cara untuk menyampaikan hal itu, yaitu melalui:

1. Story telling (mendongeng)
2. Games
3. Dialog interaktif
4. Bernyanyi dan menari
5. Fun worksheet

Selain bersenang-senang dengan membawakan cerita, bernyanyi, games dan lainnya, satu hal penting yang dilakukan oleh Kakak Aman adalah BERDIALOG dengan anak-anak.

You Might Also Like

0 Comments

Hello,friends
Mari tinggalkan kesan dan pesan untuk penulis

Subscribe